Puisi dalam Lagu Ebiet G Ade

Kamis, 24 Januari 2013 | komentar

Berita kepada Kawan
Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan. Oh...oh...oh...

Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
Hati bergetar menampak kering rerumputan
Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih
Wow... wow... wow...

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika kutanya mengapa Bapak ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang
Oh...oh...oh....

Sumber: Teks Kaset Berita kepada Kawan, Ebiet G. Ade
karya Ebiet G. Ade

Jenis-jenis Pengumuman

Rabu, 23 Januari 2013 | komentar

Kita pasti sudah mengenal pengumuman. Di majalah dinding sekolah/di papan pengumuman warga, sering ditempel berbagai macam pengumunman. Pengumuman adalah pemberitahuan, baik secara tertulis maupun lisan kepada orang banyak yang berisi hal penting. Pengumuman biasanya di tulis dengan menggunakan kalimat yang ringkas dan padat.
Berikut ini beberapa contoh pengumuman berdasarkan isinya.
pengumuman
1 laporan kegiatan atau acara.
2. berita pernikahan,ulang tahun, kelahiran, dan peresmian
3 berita duka
4 pengumuman pemenang
5 lowongan pekerjaan atau penerimaan siswa baru
6 pemberitahuan dari instasi pemerintah
7 iklan
8 pengumuman orang hilang.
   Kita dapat mendengar ataupun membaca pengumuman yang terdapat di berbagai media, misalnya pengumuman dari Koran, radio, atau televisi. Kemudian, kita dapat menyiapkan kembali isi pengumuman yang telah dibacakan atau  yang kamu dengar.

Makna Denotasi dan Makna Konotasi

| komentar

Contoh Kalimat :
1. Pelajar SMPN Memenangkan Lomba Penelitian Nasional tersebut terdapat kalimat berikut.
2. Karya keduanya replika pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mencuri perhatian dewan juri.

Kata mencuri pada kalimat tersebut menimbulkan perasaan atau pikiran positif pada diri kita mengenai kata perhatian yang bisa dicuri. Ini merupakan makna bukan sebenarnya.

1. Makna denotasi 
Makna denotasi adalah makna sebenarnya, didasarkan atas penunjukan yang lugas di luar bahasa, bersifat objektif.
Contoh: Toni melihat burung-burung kuntul.
2. Makna konotasi 
Makna konotasi ialah makna bukan sebenarnya, didasarkan atas perasaan atau pikiran yang ditimbulkan. Ada makna konotasi positif, makna konotasi negatif, dan makna konotasi netral (tidak memiliki nilai rasa).
Contoh: Toni mengamati burung-burung kuntul.

Jenis-Jenis Majas

Sabtu, 19 Januari 2013 | komentar

Majas dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Majas perbandingan
    a. Perumpamaan
    Contoh: Sifat kedua anak itu bagai langit dan bumi.
    b. Metafora
    Contoh: Karena seorang lintah darat, ia dijauhi penduduk.
    c. Personifikasi
    Contoh: Bulan tersenyum menyaksikan keguyuban anak-anak dolanan di halaman rumah.

2. Majas pertentangan
    a. Hiperbola
    Contoh: Tono bekerja membanting tulang untuk membiayai sekolahnya.
    b. Litotes
    Contoh: Mampirlah ke gubuk kami sekadar melepas penat.
    c. Ironi
    Contoh: Disiplin sekali Anda, tiga hari berturut-turut terlambat sampai sekolah!

3. Majas pertautan
    a. Metonimia
    Contoh: Para siswa karya wisata ke Bali naik Garuda.
    b. Sinekdoke
    Contoh: Karena kedisiplinan dan kerja sama antarpemain, Indonesia menang atas Bahrain 2-1.
    c. Alusio
    Contoh: Ia pun setali tiga uang dengan kakaknya kalau disuruh belajar.
    d. Eufemisme
    Contoh: Karang Taruna Putra Bangsa menciptakan unit usaha produktif untuk mengurangi tunakarya.
(bahan bacaan : Buku BSE Bahasa Indonesia Kelas VIII)

Soal UH 1 Bahasa Indonesia Kelas VII

Jumat, 18 Januari 2013 | komentar

Soal Ulangan Harian (UH) 1 Bahasa Indonesia Kelas VII

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Dari pengalamanlah kita bisa belajar banyak hal. Kita bisa belajar bagaimana mengatasi masalah yang rumit, yang sulit dipecahkan. Dari pengalaman juga kita belajar bersosialisasi menghadapi segala macam persoalan yang sangat kompleks. Seringkali tanpa sengaja kita dapat bertindak arif dan bijak, padahal semua itu sebenarnya buah dari pengalaman yang mungkin tidak kita sadari.
1. Ide pokok paragraf tersebut adalah …
A. Pengalaman adalah guru yang terbaik.
B. Kita bisa belajar dari pengalaman.
C. Kita bisa bertindak arif dari pengalaman.
D. Dari pengalaman kita bisa belajar banyak.

Kumur-kumur dengan air putih dapat membantu mencegah pilek. Menurut para ahli, kumur dengan air putih biasa bisa mencegah pilek sampai 30%. Para periset membagi sekitar 400 orang ke dalam 3 grup. Masing-masing berkumur dengan antiseptic, air biasa, dan tidak kumur sama sekali. Hasilnya, grup yang kumur dengan air putih 36% lebih rendah terkena infeksi. Kumur-kumur menurunkan risiko karena membilas virus keluar dari mulut. Selain itu, menjaga jaringan tetap basah menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi pathogen.
Dikutip dari Majalah Aura Edisi Minggu ke-1 Tanggal 7-13 Februari 2005


2. Ide pokok paragraf tersebut adalah …
A. Kumur dengan air putih menurunkan risiko terkena penyakit.
B. Kumur-kumur dengan air putih mencegah pilek.
C. Kumur-kumur dapat membilas virus keluar dari mulut.
D. Kumur-kumur berguna untuk menjaga jaringan agar tetap basah.

Kadang kita diserang rasa lapar pada malam hari yang membuat kita ingin ngemil. Untuk mengatasinya, coba minum air putih dengan disesap secara perlahan ketimbang dalam regukan besar pada saat makan. Minum terlalu banyak secara sekaligus mengencerkan cairan pencerna yang dikeluarkan di dalam mulut. Mengakibatkan makanan sulit dipecah secara tepat sehingga nutrient yang mengenyangkan banyak yang dikeluarkan ketimbang diabsorp. Minum dengan disesap mengoptimalkan pencernaan, membuat perut dapat memproses makanan secara baik dan mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Hasilnya, Anda akan merasa kenyang sampai pagi hari.
Dikutip dari Majalah Aura Edisi Minggu ke-1 Tanggal 7-13 Februari 2005


3. Simpulan paragraf tersebut adalah …
A. Mengurangi ngemil dengan cara minum air putih dengan cara disesap secara perlahan.
B. Kiat minum agar makanan dapat diproses dengan baik.
C. Kiat mengoptimalkan pencernaan dengan cara minum air putih dengan disesap.
D. Kiat agar tetap kenyang sepanjang hari.

Akhirnya ia memperoleh hasil sebagai berikut: 40% membanding-kannya dengan gelondongan kayu, 20% dengan batang kayu yang bulat dan halus, dan masing-masing 10% dari mereka yang membandingkannya dengan panci besar, sebuah balon, selang air dan tali tambang yang rusak. Sangat logis bukan? Seekor gajah memiliki 4 kaki besar seperti gelondong kayu ( 40%) dan 2 taring ( 20%), Sedangkan untuk kepala, belalai, perut dan ekor hanya 1 ( 10%). Sebagaimana para ilmuwan meyakini bahwa kemayoritasan memainkan peranan, cenderung yakin bahwa mayoritas adalah kebenaran, maka ia menyatakan bahwa seekor gajah itu seperti gelondongan kayu karena hampir setengah menyatakannya. Jadi di dalam kasus ini, mayoritas tidak otomatis sebuah kebenaran.
4. Tujuan utama paragraf tersebut adalah …
A. Memberikan informasi yang tidak lazim
B. Memberikan informasi yang aneh.
C. Membuktikan bahwa pendapat mayoritas tidak secara otomatis sebuah kebenaran.
D. Menyatakan pendapat yang sama dengan pendapat umum.

5. Simpulan paragraf tersebut adalah …
A. Pendapat mayoritas tidak otomatis sebuah kebenaran.
B. Pendapat mayoritas otomatis sebuah kebenaran.
C. Kemayoritasan adalah sebuah kebenaran.
D. Mayoritas memegang peranan penting.

Makanan Pembunuh
Maksud judul itu bukanlah ………….yang ……………oleh pembunuh, melainkan makanan yang dapat membunuh manusia yang ……………..

6. Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi kalimat yang rumpang tersebut adalah …
A. makan, memakan, dimakan.
B. makanan, dimakan, memakan.
C. makanan, memakan, memakannya.
D. makanan, dimakan, memakannya.

7. Penulisan kata berimbuhan asing yang bergaris bawah berikut telah benar, kecuali …
A. Warga desa membangun gedung pertemuan secara swadaya.
B. Bulan depan, mereka akan mengikuti lomba voli antarprovinsi.
C. Para tunawisma di bawah jembatan Semanggi akan ditertibkan.
D. Mereka tidak menyukai kegiatan yang bersifat nonteknis.

8. Kalimat yang menggunakan tanda koma secara tepat adalah ....
A. Untuk mengurangi kebiasaan ngemil coba minum air putih, dengan disesap secara perlahan.
B. Untuk mengurangi kebiasaan ngemil, coba minum air putih, dengan disesap secara perlahan.
C. Untuk mengurangi kebiasaan ngemil, coba minum air putih dengan disesap secara perlahan.
D. Untuk mengurangi kebiasaan ngemil, coba minum air putih dengan disesap, secara perlahan.
(sumber:Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VII Edisi 4)

Menulis Pantun

| komentar

Pantun adalah wujud konkret warisan budaya leluhur yang harus kita lestarikan. Coba kamu amati kegunaan pantun dalam kehidupan kita sehari-hari: di radio, di televisi, atau di media cetak! Coba kamu sebutkan beberapa lagu yang di dalamnya terdapat bait-bait pantun! Nah, ternyata hampir semua acara di radio/televisi selalu menggunakan pantun sebagai media untuk memperindah /menghangatkan acara.

Contoh pantun
Jual pepaya dengan kandil
Kandil buatan orang Inggris
Melihat buaya menyandang bedil
Sapi dan kerbau tegak berbaris

Anak bakau di rumpun salak
Patah taruknya ditimpa genta
Riuh kerbau tergelak-gelak
Melihat beruk berkaca-mata

Pohon manggis pohon embacang
Ketiga dengan pohon lulita
Duduk menangis abang pincang
Katanya jalan tidak rata

Kalau ada sumur di ladang
Bolehkah kita menumpang mandi
Kalau ada umurku panjang
Bolehlah kita bertemu lagi
(sumber:Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VII Edisi 4)

Membuat Simpulan Isi Bacaan

| komentar

Membuat simpulan isi bacaan berarti mengambil intisari bacaan. Dalam sebuah paragraf eksposisi atau argumentasi, simpulan paragraf biasanya tercermin pada kalimat topik. Oleh sebab itu, simpulan berkaitan dengan ide pokok paragraf. Perhatikan contoh berikut!
Contoh
Suatu ketika, Budha menceritakan sebuah ceritera tentang orang-orang buta dan seekor gajah. Budha tak mengerti mengapa banyak ajaran waktu itu, contohnya ajaran keagamaan, saling mempersoalkan kebenaran dan masing-masing menyatakan hanya ajarannya sendiri yang paling benar, sementara ajaran agama lain salah. Setelah Budha wafat, ceritera ini tersebar tidak hanya di India saja, tetapi juga di negara dan budaya lain, ceritera ini dikenal dan diceritakan. Sampai saat ini, cerita ini masih menjadi bacaan wajib dalam buku-buku pelajaran di sekolah.
Simpulan:
Cerita tentang orang-orang buta dan seekor gajah masih menjadi bacaan wajib dalam buku-buku pelajaran di sekolah.

Buatlah simpulan dari tiap paragraf berikut!
Suatu ketika, seorang raja di India utara memerintahkan pegawai-pegawainya untuk mengumpulkan orang-orang yang buta sejak lahir ke istana kota raja. Sang raja juga memerintahkan pegawainya untuk membawa seekor gajah ke istana. Orang-orang buta ini sepanjang hidupnya belum pernah sama sekali mengerti apa itu gajah. Mereka tidak tahu seperti apakah gajah itu. Sekarang, sang raja memerintahkan mereka untuk menyentuhnya. Mereka hanya diperbolehkan menyentuh bagian-bagian tertentu saja, bukan gajah secara keseluruhan. Setelah beberapa waktu menunggu, mereka dipersilahkan mengatakan, bagaimana dan apa itu gajah.
Simpulan:
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
Seorang buta yang telah meraba bagian kakinya membandingkan gajah dengan gelondong kayu. Seorang buta yang telah meraba perutnya membandingkannya dengan sebuah balon. Seorang buta yang telah meraba taringnya membandingkannya dengan sebatang kayu yang bulat dan halus. Seorang buta yang telah meraba kepalanya membandingkannya dengan sebuah panci. Seorang buta yang telah meraba belalainya membandingkannya dengan selang air. Akhirnya seorang buta lain yang telah meraba bagian ekornya tidak mau ketinggalan. Ia membandingkan seekor gajah dengan tali tambang yang sudah rusak. masing-masing dari mereka memiliki penjelasannya sendiri tentang seekor gajah.
Simpulan:
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
Kesalahan dari tiap-tiap orang buta tersebut bukan soal kualitas dari penjelasannya, melainkan keyakinan dan pernyataan tentang gajah secara keseluruhan dan menganggap penjelasannyalah yang paling benar. Tak seorang pun memiliki gagasan bahwa masing-masing hanya menjelaskan satu bagian saja. Seandainya mereka sadar bahwa mereka hanya menjelaskan satu bagian saja, sebenarnya mereka mampu mengerti kebenaran gajah secara keseluruhan.
Simpulan:
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
(sumber:Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VII Edisi 4)
 

Copyright © 2011. Belajar Indonesia - All Rights Reserved

Proudly powered by Blogger